Kamis, 30 Oktober 2008

gambar ini sih...moo-moo ingin mempelajari bagaimana kemampuan wakil rakyat kita untuk berkonsentrasi pada apa yang dianggap penting dalam kehidupan bangsa ini...

Politik pencitraan ala Lapindo

Dear friends of moo-moo, 2 tahun lebih sudah berlalu..tak kunjung usai..moo-moo ingin mengenang sedikit pembelaan para 'ilmuwan' sewaan Lapindo mengenai manfaat dari bencana lumpur bagi umat manusia...

Selasa, 07 Oktober 2008

What (my) Life means?

Good moo-rning Pembaca terkasih,

moo-moo sedang bermelankolik sayu hari ini..Kemarin moo-moo ngobrol dengan seorang mahasiswi yang sudah menjadi rekan. moo-moo sedih bercampur senang diberi kesempatan memeriksa kembali apa yang moo-moo pikirkan tentang hidup:

  1. moo-moo jadi ingat soal aksiologi, filsafat yang belajar tentang nilai..juga kepikiran soal hermeneutik, filsafat soal menafsir..hmm..kenapa ya para tokoh pemikir dari abad ke abad suka banget mikirin hal ini?apa sih pentingnya?sampe-sampe semua filsuf segala jaman berpusing ria (terus bikin generasi berikutnya ikut pusing karena harus belajar) soal nilai dan menafsir?..oooo (bulet deh muka moo-moo)..pantes..tidak ada manusia..termasuk moo-moo yang bisa hidup tanpa arti dan nilai..tanpa menafsirkan arti..dari keputusan paling sepele sampai yang paling rumit!

  2. kok moo-moo ngomongin filsafat?bosenin banget!(sabar ya..pemirsa hehehe)..karena ngobrolnya dimulai dari topik bulan september yang kurang ceria...alkisah bulan september adalah bulan apresiasi penghasilan. Dalam kondisi ekonomi lokal yang tidak sehat saat ini jelas banget bahwa bulan september kali ini tidak seceria biasanya. Ketidakceriaan itu simptom ringan..tidak puas, kemarahan dan kekecewaan juga banyak.

  3. kalo moo-moo kecewa itu apa sih awalnya?pasti ada hubungannya dengan ekspektasi, penilaian diri, pembandingan dengan orang lain. ekspektasi, penilaian diri dan perbandingan sumbernya apa sih?sumbernya pasti dari dalam diri, bagaimana moo-moo menilai diri sendiri, bagaimana moo-moo menilai orang lain, bagaimana moo-moo mentargetkan apa yang moo-moo inginkan dalam hidup, pekerjaan, karier, cinta, pasangan dan apa saja...

  4. wah..susah banget ya! ternyata moo-moo adalah sapi yang kompleks (belom sampai gangguan kejiwaan lho). tapi..moo-moo bukan satu-satunya, setiap sapi..eh manusia punya kompleksitas yang sama..it is the essence of being human! kalo moo-moo bener-bener seekor sapi (bukan alter ego)..gak mungkin bisa begini..pernah denger ada sapi yang sedang makan rumput tiba-tiba kecewa dan frustasi? si sapi terus protes begini: "si petani bisa milih makan sayur atau pizza, aku lebih besar kuat dan kompeten dari dia..masak pilihanku hanya makan rumput?! mulai besok derajatku harus naik..harus ransumnya berganti pizza untuk makan siang!" bersyukurlah temen-temen..dunia sudah cukup kacau karena 5 milyar manusia yang banyak maunya..coba bayangkan kalo sapi-sapi ikut demo di bunderan HI?apa gak tambah macet?!

  5. moo-moo mulai merenung..kenapa ya kok ada yang menerima sedikit bersyukur dan ada yang menerima banyak mengamuk?kenapa moo-moo stress soal harga pertamax sementara ada yang bahagia selaluwalau gak pernah mampu beli bensin sekalipun? moo-moo jadi tersentak kagum! alangkah benernya para filsuf sepanjang abad! bagaimana moo-moo memberi arti, makna dan nilai kepada segala sesuatu sangat beda akibatnya dalam hidup.

  6. moo-moo bingung nih..kalo iya semua manusia gak ada yang mau untuk setuju tentang sesuatu, apa gak kiamat?misal: 210 juta penduduk Indonesia gak ada yang setuju bahwa mereka itu orang Indonesia..apa bisa disebut bangsa Indonesia bener-bener ada?kalo gitu..siapa yang bener dan siapa yang salah?menurut siapa?menurut atasan yang mikir kenaikan gaji segitu sudah terbaik untuk prestasi moo-moo atau menurut moo-moo yang mungkin merasa seharusnya moo-moo dihargai lebih dari itu?

  7. moo-moo semakin sadar bahwa arti hidup moo-moo tidak bisa muncul dari diri moo-moo sendiri, nilai moo-moo tidak bisa juga ditentukan oleh moo-moo maupun oleh siapapun sesama manusia. kenapa gak bisa?karena semua manusia yang penuh subjektivitas, tidak pernah lepas dari kemungkinan salah menilai. ketika salah menilai, baik ketinggian atau kerendahan..timbul deh yang namanya konflik, kecewa, ketidak puasan...

  8. moo-moo sadar sepenuhnya bahwa satu-satunya yang bisa menilai diri moo-moo secara benar adalah Tuhan yang menciptakan moo-moo. bukan hanya menilai secara benar, bagaikan suatu desain diciptakan untuk suatu tujuan, hanya pencipta moo-moo yang berhak menentukan tujuan hidup moo-moo...wuah masak sih?pasti pembaca banyak yang gak enak denger ini..masak kita gak boleh punya keinginan sendiri?cita-cita?ekspektasi?kemauan?kejam banget Tuhan!..hmm..kejam?sok kuasa?kurang mengasihi?..apa iya?jika sebuah botol dirancang untuk minuman dingin oleh desainernya, eeh si botol tetep ngotot bisa nampung air mendidih, bukannya rusak?!kejamkah si desainer karena dari awal memberi petunjuk penggunaan botol itu?bahwa botol itu paling sip untuk minuman dingin?..gak khan?justru dia sungguh baik dan bertanggungjawab, karena sejak awal sudah mencoba melindungi botol itu dari penggunaan yang bisa berakhir dengan kerusakannya.

  9. Jadi, darimanakah seharusnya moo-moo membangun nilai diri? dari Firman Tuhan! (baca: petunjuk tujuan, penggunaan dan kemampuan untuk manusia bernama moo-moo. tanda tangan: Allah Bapa Pencipta). moo-moo harus belajar terus agar jabatan, penghargaan atasan, bawahan, pujian, kenaikan gaji, cita-cita hidup, kegagalan, kesuksesan boleh boleh saja dinilai..tapi selalu dari kacamata Tuhan yang menciptakan moo-moo...

  10. moo-moo musti asistensi mahasiswi dulu yah..to be continued!

Nonton Sinetron?!

moo-moo bukan sapi yang..ehm..terlalu muda umurnya, sudah banyak yang ditonton selama ini. sayang sekali tv kabel 50 channel yang moo-moo pesen tidak semuanya bisa ditonton. emang ada yang bahasanya moo-moo gak ngerti sama sekali, tapi justru tv indo, bahasa 'ibu' moo-moo yang paling susah ditonton. Selain siaran berita yang setia memberikan update terhadap segala ragam kekacauan dinegeri tercinta ini, hampir semua tontonan saat ini membuat otak moo-moo bagaikan otak sapi goreng telor...sambil bersyukur karena belom harus mengawasi tontonan anak (sapi jomblo ngomongin ngawasin anak??) dengan rasa mules takjub moo-moo mencicipi program nan kekal sepanjang masa yang pernah dihasilkan stasiun tv kita. bukan program dokumenter yang diagungkan dinegara barat, bukan film berkelas oscar, emmy, citra dan temen-temennya...bukan keajaiban alam ala animal planet atau kemegahan penemuan ala discovery channel...tetapi SINETRON! program tanpa batas kekal nan abadi, penghasil tumpukan uang dan bentuk penyelamatan otak manusia indonesia (awet soalnya kurang dipakai buat yang susah). Pasti pembaca ada yang tersinggung..beraninya sapi ini..namanya saja hiburan, eskapis, melepaskan stres realita kehidupan yang lebih gak masuk akal dari film! kenapa sih moo-moo cari gara-gara?!

moo-moo dengan polosnya mengamati sejarah pertelevisian Indonesia..

jaman tempo doloe, ketika nomor channel apapun yang dipencet ketemu wajah bapak presiden atau kalimat legendaris 'atas petunjuk bapak presiden'. jaman lucu, dimana filem kita soal ibu tiri, anak yatim, pelawak, anak desa dan petani. dimana tokoh baik masih lebih gede porsi main filmnya dibanding tokoh jahat. Jaman itu moo-moo masih laku masuk film pemadangan, sama kebo,unyil, burung, bunga di padang. cerita rakyat dan wayang memenuhi layar kaca, petuah dan nasehat mengakhiri setiap acara. moo-moo diajak nyanyi lagu-lagu nusantara..bangga dan kagum akan keteladanan para pendahulu kita..

jaman berubah..jaman terbitnya tv swasta..moo-moo dengan antusias melahap kegantengan dan kecantikan para jagoan dari negara nun jauh disana. anak-anak bercita-cita menjadi seorang jenius teknik seperti mcgyver, seorang pahlawan bermobil cerewet, menjadi si petualang pencinta alam jacques costeau, menjadi satria pedang atau jago tembak pembela kebenaran. anak muda bercita-cita cantik seperti baywatch huehehehe..

perlahan tapi pasti, dibantu dengan semakin turunnya nilai rupiah tercinta, si koboi terlalu mahal untuk dipinang, si penjaga pantai terpaksa diputar (disuruh lari dipantai)berulang-ulang. kemanakah idola bagi anak-anak jaman ini?dengan kreatif para pengusaha menghadirkan kembali realita, kisah teladan keluarga Indonesia, kisah perjuangan dan inspirasi kemajuan, kisah kemenangan dalam kondisi yang sulit...sayang tak lama..

Ah bosan..bosan!..mana bisa menang bersaing dengan keteladanan? rupanya dengan semakin menghilangnya keteladanan di masyarakat ini, ketidakwajaran lebih laku untuk dijual...masyarakat ini ternyata sudah semakin sakit terhimpit situasi. tontonan khan bukan untuk 'hanya' mengisi pengetahuan, bukan harus informasi, bahkan bukan lagi untuk menghibur..tontonan lebih oke dari obat bius melarikan diri dari realita, boleh donk memuaskan nafsu akan ketidaknyataan, memuaskan ilusi memperoleh segala tanpa usaha dan tanggungjawab pribadi. moo-moo melihat remote control berubah menjadi senjata, penonton menjadi raja, survei rating acara lebih tinggi dari Tuhan, etika apalagi moralitas. wajar dan seharusnya identik dengan membosankan..harus yang lain daripada yang lain donk!

bangga jadi anak jaman sekarang..bisa belajar lebih dini akan liku-liku hidup!gak dibohongin kayak moo-moo waktu dulu, masak keluarga baik-baik?masak gak ada ributnya?gak realistis!gak dramatis!mau tahu tentang realita kehidupan?cita-cita?pergaulan yang tak ketinggalan jaman?belajarlah semua dari sinetron!

dari usia dini anak bisa belajar melawan orang tua, mengaktualisasikan diri.dari remaja kita boleh bangga, betapa remaja pemuda seluruh Indonesia tidak kalah dengan remaja diluar. berani memaki, berani berkelahi, berkata kasar dan pandai memanfaatkan orang lain. Dari kecil kita bisa bercita-cita, menjadi terkenal, dipuja dan dikagumi, menghirup udara dari mal ke mal, bergelimang kesuksesan. Idola?banyak! menjadi artis sinetron menjadi cita-cita luhur generasi penerus bangsa..menggantikan si kecil tempo doloe yang ingin sepintar McGyver, menggantikan si calon pembela kebenaran, si pecinta alam dan penemu, si dokter baik hati, si guru yang mulia, si anak yang sopan dan berbakti...alangkah indahnya hidup seperti ini, masuk keluar cek dan ricek, kawin cerai dan berkata bijak di acara gosip..waktu pemilu dikejar partai..jadi caleg mempesona publik...

moo-moo bingung memilih channel..channel demi channel serupa walau tak sama..atau bahkan sama persis hanya beda cerita..para idola sedang berperan dalam dua sinetron yang berbeda..memerankan akting terbaiknya: berganti antara menangis sedih, berlagak judes dan memaki..dimana kedalaman makna?dimana kedalaman karakter? semakin sulit dicari..kemana tv yang dulu masih mau memperkenalkan keteladanan?kini keteladanan hanya muncul di natal dan bulan ramadhan, selebihnya kembali ke semua yang berlebihan, marah yang berlebihan, kaya yang berlebihan, tangis yang berlebihan, kejam yang berlebihan..disebelah rumah terdengar, anak berumur 5 tahun belajar memaki pembantu, didalam toko terlihat seorang anak mengatai ibunya..sungguh hebat..... sarana pendidikan, wikipedia rakyat..

moo-moo mulai pikir kalo harus menabung..menabung alat yang otomatis bisa mematikan tv yang memilih sinetron..menabung sisa-sisa siaran bangsa yang masih bisa dicontoh..harap-harap cemas..semoga anak moo-moo nanti, masih bisa melihat siaran keteladanan dalam bahasanya sendiri...