moo-moo bukan sapi yang..ehm..terlalu muda umurnya, sudah banyak yang ditonton selama ini. sayang sekali tv kabel 50 channel yang moo-moo pesen tidak semuanya bisa ditonton. emang ada yang bahasanya moo-moo gak ngerti sama sekali, tapi justru tv indo, bahasa 'ibu' moo-moo yang paling susah ditonton. Selain siaran berita yang setia memberikan update terhadap segala ragam kekacauan dinegeri tercinta ini, hampir semua tontonan saat ini membuat otak moo-moo bagaikan otak sapi goreng telor...sambil bersyukur karena belom harus mengawasi tontonan anak (sapi jomblo ngomongin ngawasin anak??) dengan rasa mules takjub moo-moo mencicipi program nan kekal sepanjang masa yang pernah dihasilkan stasiun tv kita. bukan program dokumenter yang diagungkan dinegara barat, bukan film berkelas oscar, emmy, citra dan temen-temennya...bukan keajaiban alam ala animal planet atau kemegahan penemuan ala discovery channel...tetapi SINETRON! program tanpa batas kekal nan abadi, penghasil tumpukan uang dan bentuk penyelamatan otak manusia indonesia (awet soalnya kurang dipakai buat yang susah). Pasti pembaca ada yang tersinggung..beraninya sapi ini..namanya saja hiburan, eskapis, melepaskan stres realita kehidupan yang lebih gak masuk akal dari film! kenapa sih moo-moo cari gara-gara?!
moo-moo dengan polosnya mengamati sejarah pertelevisian Indonesia..
jaman tempo doloe, ketika nomor channel apapun yang dipencet ketemu wajah bapak presiden atau kalimat legendaris 'atas petunjuk bapak presiden'. jaman lucu, dimana filem kita soal ibu tiri, anak yatim, pelawak, anak desa dan petani. dimana tokoh baik masih lebih gede porsi main filmnya dibanding tokoh jahat. Jaman itu moo-moo masih laku masuk film pemadangan, sama kebo,unyil, burung, bunga di padang. cerita rakyat dan wayang memenuhi layar kaca, petuah dan nasehat mengakhiri setiap acara. moo-moo diajak nyanyi lagu-lagu nusantara..bangga dan kagum akan keteladanan para pendahulu kita..
jaman berubah..jaman terbitnya tv swasta..moo-moo dengan antusias melahap kegantengan dan kecantikan para jagoan dari negara nun jauh disana. anak-anak bercita-cita menjadi seorang jenius teknik seperti mcgyver, seorang pahlawan bermobil cerewet, menjadi si petualang pencinta alam jacques costeau, menjadi satria pedang atau jago tembak pembela kebenaran. anak muda bercita-cita cantik seperti baywatch huehehehe..
perlahan tapi pasti, dibantu dengan semakin turunnya nilai rupiah tercinta, si koboi terlalu mahal untuk dipinang, si penjaga pantai terpaksa diputar (disuruh lari dipantai)berulang-ulang. kemanakah idola bagi anak-anak jaman ini?dengan kreatif para pengusaha menghadirkan kembali realita, kisah teladan keluarga Indonesia, kisah perjuangan dan inspirasi kemajuan, kisah kemenangan dalam kondisi yang sulit...sayang tak lama..
Ah bosan..bosan!..mana bisa menang bersaing dengan keteladanan? rupanya dengan semakin menghilangnya keteladanan di masyarakat ini, ketidakwajaran lebih laku untuk dijual...masyarakat ini ternyata sudah semakin sakit terhimpit situasi. tontonan khan bukan untuk 'hanya' mengisi pengetahuan, bukan harus informasi, bahkan bukan lagi untuk menghibur..tontonan lebih oke dari obat bius melarikan diri dari realita, boleh donk memuaskan nafsu akan ketidaknyataan, memuaskan ilusi memperoleh segala tanpa usaha dan tanggungjawab pribadi. moo-moo melihat remote control berubah menjadi senjata, penonton menjadi raja, survei rating acara lebih tinggi dari Tuhan, etika apalagi moralitas. wajar dan seharusnya identik dengan membosankan..harus yang lain daripada yang lain donk!
bangga jadi anak jaman sekarang..bisa belajar lebih dini akan liku-liku hidup!gak dibohongin kayak moo-moo waktu dulu, masak keluarga baik-baik?masak gak ada ributnya?gak realistis!gak dramatis!mau tahu tentang realita kehidupan?cita-cita?pergaulan yang tak ketinggalan jaman?belajarlah semua dari sinetron!
dari usia dini anak bisa belajar melawan orang tua, mengaktualisasikan diri.dari remaja kita boleh bangga, betapa remaja pemuda seluruh Indonesia tidak kalah dengan remaja diluar. berani memaki, berani berkelahi, berkata kasar dan pandai memanfaatkan orang lain. Dari kecil kita bisa bercita-cita, menjadi terkenal, dipuja dan dikagumi, menghirup udara dari mal ke mal, bergelimang kesuksesan. Idola?banyak! menjadi artis sinetron menjadi cita-cita luhur generasi penerus bangsa..menggantikan si kecil tempo doloe yang ingin sepintar McGyver, menggantikan si calon pembela kebenaran, si pecinta alam dan penemu, si dokter baik hati, si guru yang mulia, si anak yang sopan dan berbakti...alangkah indahnya hidup seperti ini, masuk keluar cek dan ricek, kawin cerai dan berkata bijak di acara gosip..waktu pemilu dikejar partai..jadi caleg mempesona publik...
moo-moo bingung memilih channel..channel demi channel serupa walau tak sama..atau bahkan sama persis hanya beda cerita..para idola sedang berperan dalam dua sinetron yang berbeda..memerankan akting terbaiknya: berganti antara menangis sedih, berlagak judes dan memaki..dimana kedalaman makna?dimana kedalaman karakter? semakin sulit dicari..kemana tv yang dulu masih mau memperkenalkan keteladanan?kini keteladanan hanya muncul di natal dan bulan ramadhan, selebihnya kembali ke semua yang berlebihan, marah yang berlebihan, kaya yang berlebihan, tangis yang berlebihan, kejam yang berlebihan..disebelah rumah terdengar, anak berumur 5 tahun belajar memaki pembantu, didalam toko terlihat seorang anak mengatai ibunya..sungguh hebat..... sarana pendidikan, wikipedia rakyat..
moo-moo mulai pikir kalo harus menabung..menabung alat yang otomatis bisa mematikan tv yang memilih sinetron..menabung sisa-sisa siaran bangsa yang masih bisa dicontoh..harap-harap cemas..semoga anak moo-moo nanti, masih bisa melihat siaran keteladanan dalam bahasanya sendiri...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar