Selasa, 07 Oktober 2008

What (my) Life means?

Good moo-rning Pembaca terkasih,

moo-moo sedang bermelankolik sayu hari ini..Kemarin moo-moo ngobrol dengan seorang mahasiswi yang sudah menjadi rekan. moo-moo sedih bercampur senang diberi kesempatan memeriksa kembali apa yang moo-moo pikirkan tentang hidup:

  1. moo-moo jadi ingat soal aksiologi, filsafat yang belajar tentang nilai..juga kepikiran soal hermeneutik, filsafat soal menafsir..hmm..kenapa ya para tokoh pemikir dari abad ke abad suka banget mikirin hal ini?apa sih pentingnya?sampe-sampe semua filsuf segala jaman berpusing ria (terus bikin generasi berikutnya ikut pusing karena harus belajar) soal nilai dan menafsir?..oooo (bulet deh muka moo-moo)..pantes..tidak ada manusia..termasuk moo-moo yang bisa hidup tanpa arti dan nilai..tanpa menafsirkan arti..dari keputusan paling sepele sampai yang paling rumit!

  2. kok moo-moo ngomongin filsafat?bosenin banget!(sabar ya..pemirsa hehehe)..karena ngobrolnya dimulai dari topik bulan september yang kurang ceria...alkisah bulan september adalah bulan apresiasi penghasilan. Dalam kondisi ekonomi lokal yang tidak sehat saat ini jelas banget bahwa bulan september kali ini tidak seceria biasanya. Ketidakceriaan itu simptom ringan..tidak puas, kemarahan dan kekecewaan juga banyak.

  3. kalo moo-moo kecewa itu apa sih awalnya?pasti ada hubungannya dengan ekspektasi, penilaian diri, pembandingan dengan orang lain. ekspektasi, penilaian diri dan perbandingan sumbernya apa sih?sumbernya pasti dari dalam diri, bagaimana moo-moo menilai diri sendiri, bagaimana moo-moo menilai orang lain, bagaimana moo-moo mentargetkan apa yang moo-moo inginkan dalam hidup, pekerjaan, karier, cinta, pasangan dan apa saja...

  4. wah..susah banget ya! ternyata moo-moo adalah sapi yang kompleks (belom sampai gangguan kejiwaan lho). tapi..moo-moo bukan satu-satunya, setiap sapi..eh manusia punya kompleksitas yang sama..it is the essence of being human! kalo moo-moo bener-bener seekor sapi (bukan alter ego)..gak mungkin bisa begini..pernah denger ada sapi yang sedang makan rumput tiba-tiba kecewa dan frustasi? si sapi terus protes begini: "si petani bisa milih makan sayur atau pizza, aku lebih besar kuat dan kompeten dari dia..masak pilihanku hanya makan rumput?! mulai besok derajatku harus naik..harus ransumnya berganti pizza untuk makan siang!" bersyukurlah temen-temen..dunia sudah cukup kacau karena 5 milyar manusia yang banyak maunya..coba bayangkan kalo sapi-sapi ikut demo di bunderan HI?apa gak tambah macet?!

  5. moo-moo mulai merenung..kenapa ya kok ada yang menerima sedikit bersyukur dan ada yang menerima banyak mengamuk?kenapa moo-moo stress soal harga pertamax sementara ada yang bahagia selaluwalau gak pernah mampu beli bensin sekalipun? moo-moo jadi tersentak kagum! alangkah benernya para filsuf sepanjang abad! bagaimana moo-moo memberi arti, makna dan nilai kepada segala sesuatu sangat beda akibatnya dalam hidup.

  6. moo-moo bingung nih..kalo iya semua manusia gak ada yang mau untuk setuju tentang sesuatu, apa gak kiamat?misal: 210 juta penduduk Indonesia gak ada yang setuju bahwa mereka itu orang Indonesia..apa bisa disebut bangsa Indonesia bener-bener ada?kalo gitu..siapa yang bener dan siapa yang salah?menurut siapa?menurut atasan yang mikir kenaikan gaji segitu sudah terbaik untuk prestasi moo-moo atau menurut moo-moo yang mungkin merasa seharusnya moo-moo dihargai lebih dari itu?

  7. moo-moo semakin sadar bahwa arti hidup moo-moo tidak bisa muncul dari diri moo-moo sendiri, nilai moo-moo tidak bisa juga ditentukan oleh moo-moo maupun oleh siapapun sesama manusia. kenapa gak bisa?karena semua manusia yang penuh subjektivitas, tidak pernah lepas dari kemungkinan salah menilai. ketika salah menilai, baik ketinggian atau kerendahan..timbul deh yang namanya konflik, kecewa, ketidak puasan...

  8. moo-moo sadar sepenuhnya bahwa satu-satunya yang bisa menilai diri moo-moo secara benar adalah Tuhan yang menciptakan moo-moo. bukan hanya menilai secara benar, bagaikan suatu desain diciptakan untuk suatu tujuan, hanya pencipta moo-moo yang berhak menentukan tujuan hidup moo-moo...wuah masak sih?pasti pembaca banyak yang gak enak denger ini..masak kita gak boleh punya keinginan sendiri?cita-cita?ekspektasi?kemauan?kejam banget Tuhan!..hmm..kejam?sok kuasa?kurang mengasihi?..apa iya?jika sebuah botol dirancang untuk minuman dingin oleh desainernya, eeh si botol tetep ngotot bisa nampung air mendidih, bukannya rusak?!kejamkah si desainer karena dari awal memberi petunjuk penggunaan botol itu?bahwa botol itu paling sip untuk minuman dingin?..gak khan?justru dia sungguh baik dan bertanggungjawab, karena sejak awal sudah mencoba melindungi botol itu dari penggunaan yang bisa berakhir dengan kerusakannya.

  9. Jadi, darimanakah seharusnya moo-moo membangun nilai diri? dari Firman Tuhan! (baca: petunjuk tujuan, penggunaan dan kemampuan untuk manusia bernama moo-moo. tanda tangan: Allah Bapa Pencipta). moo-moo harus belajar terus agar jabatan, penghargaan atasan, bawahan, pujian, kenaikan gaji, cita-cita hidup, kegagalan, kesuksesan boleh boleh saja dinilai..tapi selalu dari kacamata Tuhan yang menciptakan moo-moo...

  10. moo-moo musti asistensi mahasiswi dulu yah..to be continued!

Tidak ada komentar: