Pentingkah saya? menurut siapa?
Buat kita yang begitu aktif melayani (19 September 2005)
Ijinkanlah saya mengajukan pertanyaan ini mewakili kita semua: bagaimanakah diri saya menilai dan melihat keberadaan diri dihadapan Allah? sejauh manakah saya melihat keberhasilan saya, peranan saya dalam hidup ini sebagai suatu standar untuk bagaimana manusia maupun Allah menilai diri saya? Saya melihat betapa pengertian yang salah akan keberadaan diri sendiri ini begitu menghancurkan kepekaan saya untuk mengenal kehendaknya.
Ketika saya melihat kebelakang, alangkah mudahnya saya mengatakan bahwa saya sudah melakukan banyak hal yang Tuhan mau. Ketika saya melayani, alangkah mudahnya bagi saya untuk secara tidak sadar merasakan betapa pentingnya kehadiran diri saya disuatu tempat. Saya percaya bahwa tidak ada yang kebetulan didalam hidup ini, jika semua berada dalam kehendakNya, adalah bagian dari kehendakNya pula jika saya hidup, saya melayani, dan saya berprestasi dibidang yang saya geluti saat ini. Entah itu pelayanan tertentu, pekerjaan tertentu, atau aktivitas tertentu. Ketika saya diberkati, ketika saya menjadi berkat, bolehkah saya berbangga bahwa saya menjadi saluran berkat bagi banyak orang?
Bangga? saya rasa bersyukur adalah kata yang seharusnya mewakili perasaan saya. Ketika saya merasa dibutuhkan, ketika saya merasa bahwa saya telah mengerjakan suatu pekerjaan besar, saya telah membuka kemungkinan akan kesombongan diri untuk tumbuh. Benarkah saya dibutuhkan?benarkah bahwa saya melakukan sesuatu yang begitu penting dan tidak bisa dilakukan orang lain?Pernahkah saya berkata..ah kalo tidak ada saya, siapa yang akan membereskan?Jika saya melihat dari kenyataan mata manusia maka jawaban saya bisa saja ya, tetapi ketika mata saya melihat kepada Allah yang saya layani, betapa celakanya saya untuk sedikitpun berpikir seperti itu.
Siapakah saya?siapakah Allah? segala pertemuan tokoh tokoh Kitab Suci dengan Allah secara langsung mencatat reaksi yang sama, kesadaran manusia betapa ngeri dan dahsyatnya perbedaan antara Allah dan manusia, betapa kemuliaan dan peranan manusia begitu hina dan tak berarti terhadap Allah dan kehendakNya.
3 When I observe Your heavens,the work of Your fingers,the moon and the stars,which You set in place,
4 what is man that You remember him,the son of man that You look after him? Psalm 8:3-4
Begitu banyak contoh didalam Kitab Suci, Paulus misalnya, memulai hampir seluruh surat pelayanannya dengan Paulus, hamba Kristus Yesus, dipanggil dan dikuduskan menjadi Rasul, yang oleh kehendak Allah dipanggil menjadi rasul, yang menjadi rasul bukan oleh manusia melainkan Kristus. (perhatikan semuanya bentuk pasif dimana Allah yang berinisiatif) Saya gentar melihat betapa hamba Tuhan ini begitu mengerti keberadaan diriNya dihadapan Allah. Tidak pernah terpikir oleh Paulus untuk mengatakan bahwa apa yang dikerjakan dirinya adalah kebanggaannya secara pribadi. Saya berpikir, siapakah yang berhak untuk berbangga akan apa yang sudah dikerjakannya dalam hidup? jika ada orang yang berhak untuk mengatakan bahwa dia telah mengerjakan sesuatu yang begitu penting bagi Allah maka Paulus adalah orang semacam ini. Siapakah saya? berani- beraninya saya menempatkan diri saya seakan akan saya berharga dimata Allah oleh karena apa yang telah saya perbuat? Yesaya, salah seorang nabi besar,sudah melayani Allah ketika ia berjumpa dengan Allah yang duduk diatas tahtaNya, betapa jelas reaksinya: "celakalah aku, aku binasa!" suatu pemahaman secara esensi betapa najisnya dirinya dihadapan Allah, tidak ada secuilpun kebenaran dirinya, pelayanannya, jasanya yang bisa diandalkan dihadapan kemahakudusan Allah. Tidak ada sedikitpun didalam diri kita yang sedikitpun mendekati standar apa yang merupakan kehendak Allah, keselamatan merupakan totalitas Anugerah Allah, anugerah, sesuatu yang saya dan anda sampai kapanpun tidak pernah layak untuk menerimanya. Hanya karya penebusan Kristus yang membawa saya ke saat ini, DI-layakkan . Jika saya melayani Tuhan saat ini, apapun bentuknya, senekat apakah saya sehingga saya merasa bahwa Tuhan membutuhkan saya? Jika saya memiliki talenta yang istimewa, apakah tidak mungkin bagi Tuhan untuk memanggil siapapun untuk mengerjakan apa yang saya kerjakan, lebih baik dari apa yang saya kerjakan?
3 For by the grace given to me, I tell everyone among you not to think of himself more highly than he should think. Instead, think sensibly, as God has distributed a measure of faith to each one. Romans 12:3
1 When I came to you, brothers, announcing the testimony of God to you, I did not come with brilliance of speech or wisdom. 2 For I determined to know nothing among you except Jesus Christ and Him crucified. 3 And I was with you in weakness, in fear, and in much trembling. 4 My speech and my proclamation were not with persuasive words of wisdom, but with a demonstration of the Spirit and power, 5 so that your faith might not be based on men's wisdom but on God's power. I Corinthians 2:1-5
12 I give thanks to Christ Jesus our Lord, who has strengthened me, because He considered me faithful, appointing me to the ministry-- 13 one who was formerly a blasphemer, a persecutor, and a violent man. But I received mercy because I had acted ignorantly in unbelief, 14 and the grace of our Lord overflowed, along with the faith and love that are in Christ Jesus. 15 This saying is trustworthy and deserving of full acceptance: "Christ Jesus came into the world to save sinners"--and I am the worst of them. 16 But I received mercy because of this, so that in me, the worst of them, Christ Jesus might demonstrate the utmost patience as an example to those who would believe in Him for eternal life. I Timothy 1:12-16
Kini, jikalau saya ada sebagaimana saya ada, jikalau saya memiliki kesempatan dan kelebihan didalam hidup ini, siapakah saya? saya hanyalah manusia berdosa yang tidak layak menerima pengampunan, saya dengan segala kesuksesan saya, pelayanan saya, dan kebaikan saya tidak pernah mampu menghapuskan murka Allah akan keberdosaan saya. Jika, melalui anugerahNya, melalui Kristus Yesus saya kini boleh ditebus, dan penebusan ini membukakan jalan bagi hidup yang melayani, hidup yang menghasilkan sesuatu, siapakah saya?setiap nafas yang saya hirup dan apa yang bisa saya lakukan adalah anugerahNya.
Tuhan, biarlah didalam segala kesombongan dan kebanggaan yang mungkin hadir dalam hati, ingatkan saya, bahwa Tuhan tidak kurang berkuasa untuk membangkitkan yang lain, bahwa hanya karena kasih dan penebusanMu, saya boleh menjadi anak sekaligus rekan sekerjaMu.
Ajarkan saya untuk melihat sebagaimana hamba hambaMu disepanjang sejarah boleh melihat: melihat Engkau ya Allah, sebelum melihat dan mengerti diri.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar